Blogger news

Pages

Selasa, 08 Januari 2013

Jangan Hanya Melihat Ke Atas

Ditulis oleh Anne Ahira
Jangan Hanya Melihat Ke Atas
Tidak baik jika kita menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga, agar bisa jadi pedoman dan tuntunan untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan yang lebih berarti di kemudian hari.

Sahabatku,

Kita tahu bahwa dunia ini selalu berputar. Adakalanya manusia ada di bawah, atau sebaliknya ada di atas. Ada orang bertanya kepada saya, bagaimana dengan kenyataan yang sering kita lihat begitu banyak orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi yang sama dengan orang-orang yang mampu dan kuat berada di atas? Sering kita lihat orang-orang yang sudah di atas malah semakin ke atas. Temanku, pandangan itu semua hanyalah ironi. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada mereka yang sudah ada di atas. Kebanyakan di antara kita melihat mereka yang di atas selalu dari 'materi' atau jabatan.

Namun percayalah, setiap orang mengalami pasang surut. Belajarlah dari orang-orang yang sudah ada di atas, dan orang-orang yang berada di bawah. Jangan hanya melihat ke atas. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari keduanya, yang bisa engkau jadikan bekal tuk menjadi pribadi yang luhur bijaksana, sukses lahir dan batin.

Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika dia berdiri dan memberi perintah. Kebesaran seseorang akan terlihat ketika dia berdiri sama tinggi dengan orang lain, dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka untuk mencapai sukses" - Prof. G. Arthur Keough

Janganlah suka cari alasan untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus 'cara' untuk menggapai keberhasilan :)

Kamis, 03 Januari 2013

Agar Malaikat Mendoakan Kita (bagian 2)


Muslimah Mengajar Al Qur'anDalam tulisan sebelumnya, telah disebutkan orang-orang yang akan didoakan malaikat terkait dengan aktifitas sholat. Berikut ini adalah golongan lain yang juga akan didoakan oleh malaikat-malaikat Allah.
Betapa beruntung dan senangnya mereka yang bisa mendapat kesempatan didoakan oleh para malaikat, makhluk yang paling taat dan selalu taat serta sangat dekat dengan Allah, Sang Penguasa alam ini.
Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah
hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan
perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah
mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang
mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang -
orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena
takut kepada-Nya” –QS Al Anbiyaa’ 26-28

Orang-orang yang didoakan malaikat:

  1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
  2. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
  3. Orang – orang yang berinfak.
  4. Orang yang makan sahur.
  5. Orang yang menjenguk orang sakit.
  6. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Berikut adalah hadits-hadits yang mendukung daftar golongan orang-orang yang didoakan malaikat di atas:
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa `Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’”.
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata `aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’”

(Shahih Muslim no. 2733)

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, `Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak‘. Dan lainnya berkata, `Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit.’”
(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang makan sahur.”
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
Imam Ahmad meriwayatkan dari `Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.”
(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”
(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)
Semoga bermanfaat.

Agar Malaikat Mendoakan Kita


Tidakkah kita merindukan, mendambakan saat-saat seperti itu? Ketika para malaikat memohon kepada Allah untuk kita? Ya, malaikat yang merupakan makhluk paling taat kepada Allah dan menjadi pembantu dan pasukan setia dari Allah, yang kedudukannya pun sangat dekat dengan Allah, tidak segan-segan akan mendoakan kita.

Orang-orang yang didoakan para malaikat.

Dari beberapa riwayat hadits Nabi saw. yang sampai kepada kita, ada beberapa golongan orang yang akan didoakan kebaikan oleh malaikat. Sebagian besar dari mereka berhubungan dengan aktifitas shalat berjamaah. Berikut adalah daftarnya:
  1. Orang yang menunggu waktu shalat.
  2. Orang yang berdiri di shaf terdepan.
  3. Orang yang menyambung shaf shalat.
  4. Orang yang shalat ashar dan shubuh (berjamaah).
Dan berikut ini adalah hadits yang menjadi dasar pernyataan di atas:
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.’”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan.”
(Imam Abu Dawud dari Barra’ bin ‘Azib ra., dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf.”
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra.)
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.’”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140)
Demikianlah beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan Orang-orang yang menjaga sholatnya, serius dalam sholat dan dzikir kepada Allah. Merekalah yang berhak memperoleh kehormatan dengan didoakan kebaikan oleh para malaikat.

Kerjakan Sholat, Tak Ada Alasan


sholat-tepi-danau
Sholat adalah wujud penghambaan kita kepada Allah. Sholat adalah saat di mana kita merajuk dan memohon kepada Allah. Sholat adalah bukti bahwa kitabukan orang-orang yang sombong di hadapan Allah. Yaitu orang-orang yang merasa tidak butuh kemurahan, bantuan, petunjuk, pengetahuan, rejeki dan segala kenikmatan lainnya dari Allah.
Allah telah memberikan segala yang kita butuhkan untuk menikmati kehidupan dunia ini. Namun lima kali lima menit untuk sekedar menempelkan dahi ini ke tanah tidak jarang merupakan hal yang berat bagi kita. Lima kali lima menit untuk menyampaikan rasa terima kasih kita kepada Allah. Lima kali lima menit yang akan membersihkan diri dari dosa. Yang akan mengekalkan nikmat Allah atas diri kita. Lima kali lima menit yang berbuah surga.
Ini adalah tulisan untuk mengingat diri kami pribadi atas kelemahan dan kelalaian dalam mengerjakan sholat selama ini. Semoga kita bisa belajar dari gambar-gambar tentang kegigihan orang dalam memenuhi panggilan Tuhannya di bawah ini.
Gambar-gambar dikumpulkan oleh Shaz123 dari hubpages.com.
Semoga bermanfaat.

Orang yang paling berani adalah Abu Bakar Ash – Shiddiq.


Ali bin Abi Thalib pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah orang yang paling berani?”, jawab mereka, “Engkau wahai Amirul Mukminin.”. Kemudian Ali berkata lagi, “TIDAK! Orang yang paling berani adalah Abu Bakar Ash – Shiddiq.”
Ali melanjutkan ceritanya:
Demi Allah, aku pernah melihat Nabi Muhammad dikeliingi sekumpulan kaum kafir Quraisy yang sedang menarik dan memukul baginda. Sementara itu kami mengintip dari jauh. Kemudian datanglah Abu Bakar mengusir orang-orang kafir tadi dan menghalangi mereka menyakiti Rasulullah. “Apakah engkau hendak membunuh orang yang mengatakan Rabbku adalah Allah!?“, teriak Abu Bakar. Mendengarkan hal itu, mereka meninggalkan Rasulullah dan Abu Bakar
Kemudian Uqbah bin Abu Mu’ith datang. Abu Bakar langsung dibantingnya ke tanah. Uqbah lantas membuka sandal dan memukul wajah Abu Bakar dengan sandal terus menerus sehinggakan wajah Abu Bakar jadi bengkak sampai tak diketahui lagi bentuk hidungnya. Mengalir darah dari wajah Abu Bakar, lalu ia pun pingsan!
Sejurus kemudian, datanglah kabilah Abu Bakar, Bani Tamim. Mereka membawanya ke rumah, dan menyangka Abu Bakar tidak akan mampu diselamatkan lagi. Mereka berkata kepada ibunya, “Jika dia hidup, maka berilah dia makan dan minum.” Setelah sadar, kalimat pertama yg keluar dari lisan Abu Bakar adalah, “Apa yg terjadi pada Rasulullah?” Ibunya yang waktu itu belum masuk islam menjawab, “Apakah kamu masih mengingatnya sedangkan keadaan kamu sudah begini?” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum apapun hingga jiwaku merasa tenang dengan keadaan Rasulullah sekarang.” Abu Bakar meminta, “Pergilah ke tempat Ummu Jamil (Fatimah bunti Al- Khattab) dan buatlah diriku tenang dengan menanyakan khabar Rasulullah kepadanya.”
Si ibu pun pergi menemui Fatimah binti Al- Khattab. Waktu itu Fatimah binti Al- Khattab masih menyembunyikan keislamannya, puteri Al- Khattab kemudian berkata, “Demi Allah, aku tidak tahu tentang puteramu dan Muhammad, tetapi kalau engkau inginkan anakmu tenang, aku akan pergi bersamamu.”
Mereka berdua datang menemui Abu Bakar. “Apa yg terjadi atas Rasulullah?” tanya Abu Bakar. Fatimah menjawab, “Aku tidak mengetahui keadaan Rasulullah.” Abu Bakar lalu berkata lagi, “Jangan kuatir, ia adalah ibuku.” Fatimah lalu menjawab, “Dia baik-baik saja.” Abu Bakar berkata lagi, “Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sehingga aku melihat baginda sendiri!”
Kemudian mereka bertiga pergi menemui Rasulullah di rumah Al-Arqam bin Abi Arqam. Melihat keadaan Abu Bakar, Baginda merasa sangat hiba. Baginda memeluknya. “Demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak apa-apa, hanya wajahku saja yang luka,” kata Abu Bakar selepas melihat Nabi Muhammad merasa kasihan dan simpati padanya.
Melihat luka tersebut, Nabi pun merasa kasihan dan berdoa untuknya. Abu Bakar kemudian berkata ” Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar dia memberikan petunjuk kepada ibuku!” Dengan keberkatan doa Baginda, ibu Abu Bakar lantas mengucapkan kalimah syahadah, “Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah.”
Demikianlah sepotong kisah indah akan keberanian Abu Bakar yang didasari cinta yang tulus dan teramat dalam kepada Nabi Muhammad saw. Semoga kita bisa meneladani beliau dan sahabat nabi lainnya serta memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad karena kecintaan kita kepadanya.

Kisah Cinta dan Kebesaran Hati Salman Al Farisi


patah-hati-islam-obatnyaSalman al Farisiadalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.
Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.
Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalamkhithbah, pelamaran.
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.
”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”
Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah  dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.
Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!
Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah Salman ini.

Syair Ini Membuat Imam Ahmad Menangis


munajat-doa-menangis

Syair Pelembut Hati
Berikut ini adalah sebuah kutipan syairyang diriwayatkan di dalam buku karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah membuat Imam Ahmad menangis tersedu-sedu hingga hampir pingsan. Hal ini menunjukkan betapa lembut dan pekanya hati Imam Ahmad terhadap hal-hal yang mengingatkan manusia kepada Rabbnya, dosa-dosanya, dan kehidupan akhirat.
Jika Rabb-ku mengatakan kepadaku: “Tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku?!
Engkau menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau mendatangi-Ku!”
Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku…
Aku terus menghibur diri dengan angan-angan (dunia) dari waktu ke waktu…
Tetapi aku lalai dengan perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu…
Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku…
Saat sakaratulmaut yang dahsyat itu benar-benar datang, siapakah yang mampu melindungiku…
Aku melihat wajah orang-orang… Tidakkah ada diantara mereka yang mau menebusku?!
Aku akan ditanya, tentang apa -yang kukerjakan di dunia ini- yang dapat menyelamatkanku…
Maka bagaimanakah jawabanku setelah aku lupakan agamaku…
Sungguh celaka aku… Tidakkah ku dengar firman Alloh yang menyeruku?!
Tidakkah pula kudengar ayat-ayat yang ada di Surat Qoof dan Yasin itu?!
Bukankah kudengar tentang hari kebangkitan, hari dikumpulkan, dan hari pembalasan itu?!
Bukankah kudengar pula panggilan kematian yang terus melayangkan panggilan dan seruan kepadaku?!
Maka ya Robb… akulah hambamu yang bertaubat… Tidak ada yang dapat melindungiku,
Melainkan Robb yang Maha Pengampun, lagi Maha Luas Karunianya… Dia-lah yang menunjukkan hidayah kepadaku
Aku telah datang kepada-Mu… maka rahmatilah aku, dan beratkanlah timbanganku…
Ringankanlah hukumanku… Sungguh Engkaulah yang paling kuharapkan pahalanya untukku

Versi Bahasa Arab Syair yang Membuat Imam Ahmad Menangis

إذَا مَا قَالَ لِي رَبِّي أمَا استحييتَ تَعصينِي … وتُخفي الذَّنبَ عن خَلْقي وبالعصيان تأتيني
فكيف أجيب يا ويحي ومن ذا سوف يحميني … أسلي النفس بالآمال من حين إلى حينِ
وأنسى ما وراء الموتِ ماذا بعدُ تكفيني … كأني قد ضمِنْتُ العيشَ ليس الموت يأتيني
وجاءت سكرة الموتِ الشديدةُ من سيَحْميني … نظرتُ إلى الوجوهِ أليسَ منهم من سيفديني
سأُسْأَل ما الذي قدَّمتُ في دنيايَ يُنجيني … فكيف إجابتي من بعدُ ما فرَّطتُ في ديني
ويا ويحي ألم أسمع كلام الله يدعوني … ألم أسمع بما قد جاء في قافٍ وياسينِ
ألم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع والديني … ألم أسمع منادي الموتِ يدعوني يناديني
فيَا ربَّاه عبدٌ تائبٌ من ذا سيأويني … سوى ربٍّ غفورٍ واسعٍ للحقِّ يهديني
أتيتُ إليك فارحمني وثقِّل فِي موازينِي … وخفف في جزائي أنت أرجى من يُجازيني

AL-QUR'AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT



Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."

Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"

Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"

Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

Sabtu, 22 Desember 2012

Hikmah Tentang Sebuah Kesabaran (Indahnya Islam)

Assalamu'alaikum wrwb.

Rasanya tiada bosannya kita berbicara tentang sabar, karena kesabaran diperlukan dalam segala aspek kehidupan kita. Dan tiang Iman yang melekat kepada rasa optimisme ialah sabar. Tanpa kesabaran maka perasaan manusia akan setiap saat menjadi korban segala persoalan yang menghimpitnya. Demikian pula kesabaran selalu mengilhami penyair dan penulis cerita untuk mengapresiasikannya dalam bentuk Mutiara Hikmah.

Dalam tulisan ini akan dukutip beberapa kata hikmah dan pendapat ulama tentang kesabaran dan sejumlah hadist yang bertutur tentang kesabaran.Diantaranya adalah yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud yang menuturkan bahwa rasulullah saw bersabda :
." kesabaran itu separuh Iman, dan keyakinan adalah Iman seluruhnya ."

Dalam hadist lain Rasulullah saw bersabda :
." Sabar dalam hubungannya dengan keimanan adalh ibarat kepala dengan tubuh ."

Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq ra berkata :
." Seandainya sabar itu berupa manusia, niscaya ia pemurah [dermawan] ."


Maksud pernyataan Aisyah ialah, bahwa kesabaran itu akan kembali pada orang yang bersabar dengan membawa kebajikan yang berlimpah. Demikain pulakeadaan orang demawan [pemurah].

Amirulmukminin Imam Ali bin abi Thalib -Karaama al-lah wajhah- mempunyai beragam pendapat tentang keistimewaan kesabaran dan anjuran untuk bersabar.
Berikut pendapat beliau :
* Malu adalah perhiasan, takwa adalah kemuliaan, dan sebaik-baiknya kendaraan adalah kesabaran

Sabar itu ada 3 macam :
- Sabar menhadapi musibah

- Sabar dalam menjalankan ketaatan

- Dan sabar untuk tidak melakukan perbuatan maksiat . dan yang terakhir ini lebih tinggi derajatnya dibanding dua bagian lainnya.

* Qana'ah adalah pedang yang tepat sasarannya, dan kesabaran adalah kendaraan yang tidak pernah jatuh tersungkur

* Sebaik-baiknya perbekalan adalah kesabaran menghadapi percobaan

* kesabaran adalah kunci kelapangan, dan bertawakkal kepada Allah swt adalah kesukacitaan.

* Menanti kesabaran dengan kesukacitaan adalah ibadah

* Singkirkanlah kedukacitaan darimu dengan " Azimat " dan keyakinan yang sebaik-baiknya

Hasan al Bashriy pernah memuji Imam Ali bin Abi Thalib -karaama al-lah wajhah-
* Ia tidak bodoh, dan kalau dibodoh-bodohin, ia menyantuni, ia tidak zalim, dan kalau dizalimi ia mengampuni, ia tidak bakhil dan kalau dunia bakhil kepadanya ia bersabar.

Imam hasan bin Ali al-Mujtaba ra berkata :
* Kami telah mencobanya, demikian pula orang lain mencobanya, ternyata kami tidak melihat keberadaannya lebih bermanfaat dsn krtidak beradaannya lebih berbahaya daripada kesabaran .

* Dengan kesabaran, banyak hal bisa diobati , sementara kesabaran tidak bisa diobati dengan selainnya.

Ahnaf bin Qaisterkenal sebagai lelaki paling penyantun dimasanya. Pada suatu hari, seorang laki-laki bertanya kepadanya " Bagaimana anda dapat menjadi orang penyantun ?"
Ahnaf menjawab , " Aku bukan penyantun, Aku hanyalah orang yang bersabar. Kesabaran itu memberikan manfaat terhadap sifatku dengan kesantuan "

Seorang sahabatnya bertanya, " Apakah yang lebih dekat dengan kekafiran ?"

Ia menjawab, " Orang yg sangat membutuhkan [fakir] tapi tidak memiliki kesabaran ."

Ibnu Sammak, ahli hikmah Arab berkata :
" Musibah itu satu. Jika orang yang tertimpa musibah berkeluh kesah dan tidak bersabar, musibah itu menjadi dua ."

Artinya, keluh kesah dan ketidak sabaran justru menambah musibah, pertama yang menimpanya, yaitu kehilangan pahala dari Allah swt yang sejatinya diberikan kepada orang-orang yang sabar.

Itabi berkata :
" Bersabarlah ketika musibah menimpamu, karena bersabar tak membuat putus harapan. kesabaran lebih utama selama engkau berpegang dengannya, dan akan lebih baik kesabaran memenuhi dada."

KESABARAN YANG BAIK
Ketika siberi kabarbahwa putranya Yusuf dimakan srigala dan putra-putranya membawa bajunya yang dilumuri darah palsu, Ya'kub as berkata yang disinyalir dalam firman Allah swt :
" Sebenarnya dirimul sendiri yang menganggap baik perbuatan [yang buruk] ini, maka kesabaran yang baik itulah [kesabaranku] Dan Allah sajalah yang dimohonpertolongan-Nya terhadap yang kamu ceritakan ." [QS Yusuf : 18]

Kesabaran yang baik itulah yang membuat orang bersabar dapat menahan segala penderitaan. Ia tidak mengeluh kecuali hanya kepada Allah swt. Kita senantiasa harus membiasakan diri atau meilatih jiwanya bersabar akan memperoleh kekayaan rohani yang tiada habisnya dan bakal mendapatkan kesucsesan didunia dan akhirat. Semoga Allah swt memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang sabar, orang-orang yang diridhoi-Nya . . Amiin

3 Hal Yang Perlu Dilakukan dalam Perubahan | Inspirasi & Motivasi Islam



Inspirasi & Motivasi Islam
Ada 3 kekuatan untuk melakukan perubahan :
1. Hati & Pikiran.
2. Kata-kata.

3. Tindakan..

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dari kondisi yg negatif menuju ke arah yang positif. Dari derajad diri yang munkar menuju derajat diri yang ihsan. Dari derajad diri yg bodoh dan miskin, menuju derajad diri yang bermartabat.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)


Dan sebelum merubah kondisi orang lain, ubah dulu kondisi diri :
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. 13 : 11).

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu... ”(QS. At Tahriim [66]: 6).

Ya, kita mungkin tidak punya kekuatan serta kekuasaan untuk merubah sesuatu yg di luar kita. Tapi yg pasti, kita mempunyai kekuasaan untuk merubah diri sendiri. Dan bila setiap diri mau berubah, maka seluruh dunia akan berubah menjadi lebih baik.

Jadi sebenarnya sederhana. Ketika kita ingin merubah situasi bangsa dan negara ke depan maka mulailah perubahan itu pada diri sendiri. Orang bijak berkata, "Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself."

DAN YAKINLAH : BISMILLAH
TUHAN BESERTA ANDA....

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ankabut [29]: 69).

About ME

Foto Saya
Parepare, Sulawesi Selatan, Indonesia
Perkenalkan Nama saya Muhammad Ainun Anwar . TTL : Parepare, 7 Juni 2000. Saya Bersekolah Di SMA NEGERI 1 PAREPARE dan aktif berorganisasi yaitu Ambalan Pramuka . saya juga merupakan salah satu anggota dari PURNA BAKTI HANUN SCOUT SMP NEGERI 4 Parepare '' Saya tidak di lahirkan dengan otak yang cerdas, saya memerlukan waktu yang lebih lama untuk memahami sesuatu di bandingkan dengan otak manusia pada umum nya :( ''